Dari Bangku Kuliah ke Panggung Kriya: Kisah Mbak Nita Membangun Kupuranti dan Mencoba Memperkenalkan Seni Batik Modern di Khalayak Luas

Paseban, Bayat- Ketertarikan yang mendalam terhadap kekayaan budaya nusantara menjadi titik awal dari sebuah perjalanan kreatif yang menginspirasi. Berawal pada tahun 2020, seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bernama Nita memberanikan diri menyelami dunia seni batik. Lewat kecintaan dan ketekunannya, langkah awal dari panggung akademis tersebut kini telah bertransformasi menjadi sebuah usaha kriya yang berkembang pesat bernama Kupuranti.
Membangun Kupuranti tentu bukan perkara yang instan. Berbekal keahlian kriya dan semangat kolaborasi, Mbak Nita menggandeng rekan sejawatnya yang juga merupakan alumni ISI Yogyakarta. Duet talenta muda ini memadukan keahlian akademis dan kepekaan seni modern untuk menghadirkan karya-karya batik yang unik dan berdaya saing tinggi.
Keunikkan yang di tawarkan menjadi daya tarik khusus Kupuranti ialah dari segi fleksibelitas dalam pemilihan design kain sehingga produk unggulan Kupuranti berupa kain permintaan pelanggan (custom request). Maka tak perlu di ragukan hasil karya kain Kupuranti dapat masuk kedalam hati banyak designer mode di luar sana. Dibalik keindahan karya yang tercipta, terdapat sebuah kehangatan melalui kolaborasi di antara Mba Nita dan sang ibunda, kekompakan tercipta melalui pembagian tugas yang seimbang. Mba Nita bertugas mendesain kain dan sang ibunda menuangkannya di kain lalu tercipta sebuah produk autentik penuh cinta.
Tidak hanya fokus pada ranah produksi, Mbak Nita juga mendedikasikan ilmunya untuk terus mengedukasi masyarakat. Kupuranti secara aktif menggelar workshop membatik yang interaktif dan edukatif. Salah satu teknik unggulan yang menjadi favorit peserta adalah teknik shibori—sering dikenal sebagai seni batik khas Jepang—serta berbagai teknik membatik tradisional hingga kontemporer.
Guna menjangkau seluruh kalangan yang ingin belajar, Kupuranti menawarkan paket workshop yang sangat terjangkau. Hanya dengan Rp50.000 per orang untuk pendaftaran kelompok, peserta sudah mendapatkan fasilitas lengkap (all-in) tanpa perlu repot menyiapkan bahan. Jadwal workshop pun dirancang sangat fleksibel untuk mengakomodasi kesibukan para peserta. Pada hari kerja (weekdays), sesi edukasi ini biasanya digelar pada sore hari yang tenang. Selain itu, Kupuranti juga membuka ruang kreasi penuh pada hari Senin dan Minggu.
Perjuangan Mbak Nita dalam mendirikan Kupuranti bukan sekadar membangun bisnis perajin batik semata, melainkan sebuah bukti nyata bagaimana generasi muda mampu mengawinkan tradisi dengan tren modern, sekaligus menjaga peninggalan budaya agar tetap hidup dan dicintai masyarakat luas.
