Berkah Gypsum Pak Naim, Usaha Kerajinan yang Terus Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman

Paseban, Bayat – Berawal dari pengalaman merantau dan melihat peluang di tengah perkembangan perumahan, Bapak Naim mulai merintis usaha gypsum yang kemudian berkembang ke bidang keramik dan berbagai produk kerajinan. Usaha yang dikenal dengan nama Berkah Gypsum ini mulai dijalankan sejak tahun 2008.

Pada awalnya, usaha Pak Naim berfokus pada pembuatan berbagai motif dan pernak-pernik berbahan gypsum untuk plafon. Ide tersebut muncul ketika beliau melihat banyaknya pembangunan perumahan dengan dinding batu yang relatif sederhana. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan berbagai motif dan ornamen sebagai pelengkap plafon rumah. 

Sejak pertama kali dirintis, usaha gypsum mengalami perkembangan dan sempat berada pada masa ramai sekitar tahun 2008 hingga 2017. Seiring perubahan kebutuhan dan perkembangan bahan bangunan, penggunaan bahan PVC semakin banyak digunakan. Kondisi tersebut mendorong Pak Naim untuk menyesuaikan produknya dengan permintaan konsumen.

Saat ini, usaha Pak Naim tidak hanya berkutat pada gypsum, tetapi juga lebih banyak mengarah pada pembuatan keramik. Menurut beliau, keramik memiliki permintaan yang tidak terlalu terikat oleh tren atau masa tertentu. Produksi pun disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, baik yang menginginkan produk berbahan keramik maupun PVC.

Salah satu produk yang dihasilkan adalah tempat lampu berbahan gypsum. Produk ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari paket wisata edukasi. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan tersebut. Untuk ukuran paling kecil, tempat lampu yang masih berupa produk mentah dan belum dicat dijual mulai dari sekitar Rp. 20.000.

Selain tempat lampu, untuk kegiatan paket wisata Pak Naim juga membuat berbagai pernak-pernik sederhana seperti pot mini dan asbak. Produk-produk tersebut dapat menjadi bagian dari pengalaman edukasi bagi pengunjung untuk mengenal proses pembuatan kerajinan secara lebih dekat.

Dalam menjalankan usaha, Pak Naim masih mengerjakan sebagian besar proses produksi secara mandiri dengan bantuan sekitar tiga orang. Namun, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, terutama berkaitan dengan ketersediaan bahan baku. Musim hujan juga menjadi tantangan tersendiri karena proses pengeringan produk membutuhkan waktu lebih lama sehingga produk tidak dapat langsung menjadi produk siap digunakan.

Meskipun menghadapi berbagai perubahan dan kendala, usaha Berkah Gypsum terus dijalankan dengan menyesuaikan diri terhadap kebutuhan konsumen. Bagi Pak Naim, keberlangsungan usaha membutuhkan ketekunan serta kemampuan untuk mengikuti perubahan kebutuhan pasar.

Melalui usaha Berkah Gypsum, pengalaman dan keterampilan yang telah dibangun sejak tahun 2008 terus dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang tidak hanya menghasilkan produk kerajinan, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari kerajinan tangan yang bisa diedukasikan di Desa Paseban.